Analisa Curah Hujan Wilayah – Agroklimatologi

Contoh laporan praktikum mengenai Analisa Curah Hujan Wilayah

BAB I


PENDAHULUAN


I.1. Latar Belakang

Setiap wilayah mempunyai curah hujan yang berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan adanya kondisi alam serta kondisi lahan yang berbeda-beda.  Untuk mencari curah hujan suatu wilayah diperlukan data-data setiap titik dalam wilayah tersebut. Data yang telah terkumpul diolah untuk menentukan tingkat curah hujan secara umum.

Data curah  hujan pada suatu wilayah sangat penting untuk diketahui. Salah satu manfaat mengetahui curah hujan suatu wilayah adalah mempermudah perencanaan irigasi dan drainase yang berguna bagi lingkungan dan khususnya pertanian. Adanya kontrol irigasi yang baik menyebabkan hasil yang didapat juga baik. Selain itu curah hujan yang diketahui dapat mengontrol akan terjadinya bencana banjir, yaitu dengan persiapan dan mitigasi bencana. Oleh karena itu praktikum agroklimatologi terkait pengukuran curah hujan suatu wilayah penting untuk dilakukan.
I.2. Tujuan

Praktikum agroklimatologi terkait analisa curah hujan wilayah mempunyai beberapa tujuan yaitu :

I.2.1. Dapat ditentukannya curah hujan suatu wilayah

I.2.2. Mampu mempelajari hubungan curah hujan dengan rencana kegiatan dan

Drainase.

fghfghdfghdhdghdh
I.3. Manfaat

Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu :

I.3.1. Dapat mengetahui curah hujan suatu wilayah melalui perhitungan.

I.3.2. Mampu menggunakan metode aljabar, metode poligon Thiessen, dan metode   Isohyt dalam  menentukan curah hujan.

I.3.3. Mampu mengetahui manfaat dari data curah hujan yang diperoleh terhadap

kehidupan sehari-hari.

BAB II


DASAR TEORI

Hujan adalah titik-titik air di udara atau  awan yang sudah  terlalu berat karena kandungan airnya sudah sangat banyak, sehingga akan jatuh kembali ke permukaan bumi sebagai hujan/presipitasi (Mangostina, 2018). Berkaitan dengan hal tersebut juga dikenal istilah curah hujan yaitu merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir. Curah hujan dapat diukur menggunakan alat ombrometer. Curah hujan biasanya mempunyai satuan milimeter(mm). Satu milimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung air sebanyak satu liter (Tjasyono dan sri, 2012).

Curah hujan setiap wilayah berbeda-beda, hal tersebut disebabkan karena beberapa faktor yaitu jarak dari sumber air, perbedaan suhu tanah dan perairan, arah angin, tinggi tempat, garis lintang, luas daratan, dan deretan pegunungan (Fatma, 2018). Untuk mengetahui curah hujan secara umum suatu wilayah dibutuhkan pengolahan data-data dari tiap titik wilayah tersebut. Adapun pengolahan data curah hujan dapat menggunakan beberapa metode yaitu metode aljabar,  metode Thiessen, dan metode Isohyt. Metode Aljabar merupakan pengukuran curah hujan dengan menggunakan perhitungan matematika yaitu dengan menghitung rata-rata curah hujan tiap data yang telah dikumpulkan. Untuk metode Thiessen merupakan cara penentuan curah hujan yang mempunyai distribusi penakaran hujan yang tidak seragam dengan mempertimbangkan faktor berat. Pengukuran pada metode ini menggunakan perhitungan luas pada poligon yang terbentuk. Sedangkan  pada metode Isohyt merupakan cara penentuan curah hujan dengan menghubungkan titik curah hujan yang sama (Lashari dkk, 2017).

Apabila curah hujan pada suatu wilayah diketahui maka kita dapat mengambil

beberapa manfaat yang dapat kita ambil. Dalam BMKG biasa dilakukan pengukuran data curah hujan yang  dijadikan bahan analisis untuk menyusun sistim peringatan

cuaca dini sebagai bentuk antisipasi untuk mencegah dampak yang lebih besar dari

kemungkinan terjadinya bencana alam kususnya banjir dan tanah longsor (Taufiq, 2015). Dalam bidang pertanian biasa digunakan untuk mengontrol irigasi dan drainase. Selain itu juga digunakan dalam penyesuaian antara air penyiraman optimal sehingga hasil pertanian menjadi lebih bagus.
DAFTAR PUSTAKA

Fatma, D. 2018. 7 Faktor yang Mempengaruhi Curah Hujan.         https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/meteorologi/faktor-yang-mempengaruhi-curah-hujan. Diakses pada hari minggu tanggal 21 April 2019 pukul 20:14.

Habibi, F. 2009. Analisis hujan wilayah. https://www.academia.edu/33758652/

ANALISIS_CURAH_HUJAN_WILAYAH diakses pada hari minggu tanggal 21 April 2019 pukul 19:50

Mangostina, C. 2018. Pengertian curah hujan dan alat pengukurnya. https://www.alatuji.com/index.php?/article/detail/683/pengertian-curah-hujan-dan-alat-pengukurnya-683 diakses pada hari mainggu tanggal 21 April 2019 pukul 19:42

Tjasyono, Bayong dan sri woro B.2012.  Meteorologi Indonesia awan dan hujan  monsun. Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika

Lashari, A , Rini Kusumawardhani, dan Ferdian Prakasa. 2017. Analisa distribusi curah hujan di area merapi menggunakan metode aritmatika dan  poligon. Teknik sipil dan perencanaan. 19(1):39-48

Taufiq, F. 2015. Pentingnya prakiraan curah hujan I.  https://www.kompasiana.com/masfathan6 6/5535bd3f6ea834762eda42ce/apa-sih-pentingnya-prakiraan-curah-hujan Diakses pada hari Minggu tanggal 21 April 2019 pukul 20:52.

Posting Komentar

0 Komentar

close