Berat Volume Berat Jenis dan Porositas Tanah

Contoh laporan praktikum Berat Volume Berat Jenis dan Porositas Tanah

Contoh Latar Belakang Berat Volume, Berat Jenis, dan Porositas Tanah

Kondisi fisik tanah sangat menentukan aerasi drainase dan nutrisi tanaman. Sifat fisik tanah juga terpengaruh oleh sifat kimia dan biologi tanah. Sifat fisik tanah ini bergantung pada jumlah, ukuran, bentuk, susunan, dan komposisi mineral dari partikel-partikel tanah. Selain itu macam dan jumlah bahan organik volume serta bentuk pori-pori pada waktu tertentu juga mempengaruhi sifat fisik tanah.

Beberapa parameter sifat fisik yang penting adalah berat volume, berat jenis dan porositas. Berat volume adalah rasio antara berat tanah kering mutlak dan volume total contoh tanah termasuk pori-pori yang ada. Sedangkan berat jenis adalah rasio antara berat tanah jering mutlak dan volume partikel tanah tanpa pori-pori yang ada di antara partikel. Pengukuran berat volume dan berat jenis memiliki metode berbeda. Porositas tanah merupakan bagian fraksi-fraksi tanah yang ditempati oleh pori-pori tanah. Porositas tanah menentukan seberapa banyak daya tampung tanah terhadap ketersediaan air dan udara. Oleh karena itu praktikum ini dilakukan untuk menentukan berat volume, berat jenis, dan porositas pada sampel tanah serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya.



Read more :








Contoh Tinjauan Pustaka Berat Volume, Berat Jenis, dan Porositas Tanah

Berat tanah merupakan berat suatu massa tanah per satuan volume tertentu. Satuannya adalah g/cm3. Volume tanah yang dimaksud adalah volume kepadatan tanah termasuk ruang pori-pori. Berat volume merupakan petunjuk kepadatan tanah makin padat suatu tanah maka semakin tinggi berat volumenya, yang berarti semakin sulit meneruskan air atau ditembus akar tanaman. Pada umumnya tanah lapisan atas pada tanah mineral mempunyai nilai berat volume yang rendah dibandingkan dengan tanah di bawahnya (Susanto, 2005).

Bulk density atau berat volume adalah bobot massa tanah kondisi lapangan yang dikeringkan oven per satuan volume. Nilai kerapatan massa tanah berbanding lurus dengan tingkat kekasaran partikel-partikel tanah, makin kasar akan makin berat. Nilai bobot dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pengolahan tanah, bahan organik, tekstur, struktur, dan kandungan air tanah. Nilai ini banyak dipengaruhi dalam perhitungan-perhitungan seperti dalam penentuan kebutuhan air irigasi, pemupukan, dan pengolahan tanah (Setiawan, 2016).

Berat jenis atau kerapatan partikel adalah beban massa partikel pada per satuan volume tanah, biasanya tanah mempunyai kerapatan partikel 2,6 g/cm3. Untuk menentukan kepadatan partikel tanah pertimbangan hanya diberikan untuk partikel yang kuat. Oleh karena itu kerapatan partikel setiap tanah merupakan suatu ketetapan dan tidak bervariasi menurut jumlah ruang partikel. Hal ini didefinisikan sebagai massa tiap ini volume partikel tanah dan seringkali dinyatakan dalam g/cm3. Faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis tanah adalah jumlah bahan organik dan mineral tanah (Foth, 1998).

Berat jenis butiran tanah ditentukan oleh partikel padatan tanah yang cenderung tetap untuk tiap jenis tanah, berat ringannya partikel padatan tanah ditentukan oleh tingkat pelapukan yang memerlukan waktu yang cukup lama, tetapi bahan organik dalam bentuk humus dapat meningkatkan jenis butiran tanah. Berat jenis butiran tanah relatif tetap, ia akan berubah dengan penambahan humus, pelapukan dan hilangnya mineral-mineral penyusun tanah itu pun memerlukan waktu yang cukup lama (Ahadi, 2010).

Pori-pori tanah adalah bagian tanah yang tidak berisi bahan padatan tanah, air atau udara. Pori-pori tanah dapat dibedakan menjadi pori-pori kasar dan pori-pori mikro. Pori-pori kasar berisi udara air gravitasi, sedangkan pori-pori halus berisi kapiler atau udara. Porositas tanah dipengaruhi oleh kandungan bahan organik, struktur tanah, dan tekstur tanah. Tanah-tanah dengan struktur granuler atau remahan mempunyai porositas yang lebih tinggi daripada tanah tanah dengan struktur masif atau pejal. Tanah dengan tekstur pasir banyak mempunyai pori-pori makro sehingga sulit menahan air (Hardjowigeno, 2003).

Posting Komentar

0 Komentar

close