Homogenitas Data Iklim – Agroklimatologi

Penjelasan mengenai Homogenitas Data Iklim

BAB I


PENDAHULUAN

I.1.  Latar Belakang

Sektor pertanian merupakan sektor penting dalam melanjutkan keberlangsungan hidup. Dalam  pertanian membutuhkan kondisi alam yang sesuai agar hasil yang dicapai maksimal. Hujan, suhu, kelembapan, dan unsur- unsur atmosfer lainnya merupakan suatu bagian yang keadaannya sering berubah-ubah, tetapi keberadaannya sangat penting dalam menunjang keberlangsungan sektor pertanian. Adanya unsur tersebut dibutuhkan kepastian untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Dalam suatu wilayah terdapat iklim yang apabila diukur akan menjadi suatu data. Data tersebut belum bisa digunakan untuk analisis lebih lanjut karena belum dilakukan pengujian homogenitasnya. Pengujian homogenitas ini bertujuan agar dapat diketahuinya kekonsistenan suatu data (Hidayat, 2013). Oleh karena itu pengujian ini membutuhkan tidak hanya satu data saja. Berdasarkan hal tersebut mengenai homogenitas data praktikum agroklimatologi perlu dilakukan yang nantinya akan menggunakan data curah hujan dan temperatur.
I.2. Tujuan

Praktikum agroklimatologi terkait homogenitas data iklim ini mempunyai tujuan agar dapat ditentukannya homogenitas pada data temperatur dan hujan.



Read more :








I.3. Manfaat

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat memberi manfaat berupa diketahuinya fungsi dari homogenitas data serta dapat menghitung homogenitas data khususnya menggunakan data temperatur dan curah hujan seperti pada praktikum yang dilakukan.

BAB II


DASAR TEORI

Klimatologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang iklim atau kondisi cuaca dalam jangka waktu yang panjang (Zakir dan Sukma, 2017). Ilmu ini juga mempelajari unsur-unsur yang mempengaruhi iklim dan pengaruh dari keadaan unsur tersebut. Unsur iklim dapat berupa penyinaran matahari, suhu udara, temperatur udara, awan, curah hujan, dan angin. Iklim juga dapat dipengaruhi dari topografi suatu wilayah, karena setiap wilayah mempunyai susunan serta kondisi alam yang berbeda (Nurhayati, 2018)

Suatu unsur iklim yang dikumpulkan akan menjadi sebuah data. Dikarenakan iklim merupakan kondisi cuaca dalam jangka waktu panjang  maka data yang dikumpulkan tidak hanya data tunggal, melainkan data yang majemuk. Pada data yang majemuk akan terdapat nilai yang berbeda-beda, untuk itu juga perlu dilakukan pengolahan data serta penyimpulan data agar suatu iklim dapat diketahui. Pengolahan data tersebut dapat dilakukan dengan melakukan uji homogenitas data.

Uji homogenitas merupakan salah satu cara untuk mengetahui kekonsistenan suatu data yang dikarenakan pencatatan suatu data akan terdapat penyimpangan dan kesalahan yang terjadi. Adanya uji homogenitas ini juga dapat memperkecil kesalahan pengukuran maupun human error karena data yang diolah akan lebih mendekati akurat. Uji homogenitas ini nantinya akan mengelompokkan data-data yang mempunyai karakteristik atau jenis yang sama. Hal ini dapat dilakukan menggunakan beberapa metode. Diantaranya adalah metode Run test dan RAPS (Rescaled Adjusted Partical Sums). Keduanya merupakan metode pengolah data yang bisa digunakan dalam menentukan uji homogenitas data (sanusi, 2016)
DAFTAR PUSTAKA

Bushand, T .1982, Some Methods for Testing The Homogeneit of Rainfall Records.  Hydrology, 58(1):11-27

Hidayat, A. 2013. Penjelasan uji homogenitas- uji statistik. https://www.ujistatistikia

n.com/2013/01/uji-homogenitas.html  diakses pada hari minggu, 7 April 2015

pukul 03:17 WIB.

Zakir, A dan Oky Sukma. 2017. Analisis terhadap data klimatologi untuk

menentukan jenis iklim. Meteorologi Klimatologi dan Geofisika 2(2):52-59.

Nurhayati, A. 2018. Unsur iklim dan cuaca. Jakarta:BMKG.

Sanusi, W. 2016. Analisis homogenitas data curah hujan tahunan Kota Makassar. Scientific Pinisi, 2(2):137-138.

Taufik, M. 2010. Analisis tren iklim dan ketersedian air tanah di Palembang, Sumatra Selatan. Agromet. 24(1):42-49

Posting Komentar

0 Komentar