Laporan Praktikum Penentuan Finenes Modulus dan Uniformity Index

Laporan Praktikum Penentuan Finenes Modulus dan Uniformity Index

Abstrak : Pertanian merupakan sektor terbesar yang menunjang penghidupan masyarakat Indonesia. Mirisnya, kegiatan pertanian Indonesia ini belum diikuti dengan kesejahteraan para petani. Permasalahan yang banyak terjadi di lapangan salah satunya adalah masalah penyimpanan hasil pertanian. Penyimpanan hasil pertanian ini kebanyakan masih dilakukan secara tradisional yang terbilang jauh dari standar penyimpanan yang baik. Salah satu solusi penyimpanan yang baik adalah dengan melakukan pengecilan ukuran. Untuk itu, melalui praktikum ini, mahasiswa dilatih untuk dapat menentukan fineness modulus dan uniformity index dari bahan hasil pengecilan ukuran dan mengenal berbagai cara penyajian data hasil pengecilan ukuran. Bahan yang digunakan adalah beras putih dan kedelai masing-masing sebanyak 2×150 g. Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah ayakan bernomor Mesh 3/8, 4, 8, 14, 40 dan 100, pan atau panci, vibrator dan timbangan digital. Kedelai dan beras putih diayak menggunakan ayakan dan vibrator sebanyak 2 kali ulangan untuk masing-masing bahan.Fineness modulus beras berkisar 2,06-2,26 dengan diameter 1,92-1,98 mm dan untuk kedelai sebesar 3,08-3,12 dengan diameter 2,10-2,13 mm. Keseragaman (uniformity) beras dan kedeali terjadi pada ukuran mendekati diameternya, terbukti dengan tertahan di masing-masing ayakan nomor Mesh 8 dan 40.

Kata Kunci : pertanian, penyimpanan, pengecilan ukuran, fineness modulusuniformity index

PENDAHULUAN

Pertanian merupakan sektor terbesar yang menunjang penghidupan masyarakat Indonesia. Iklim dan keadaan geografis sebagian besar wilayah Indonesia, sangat mendukung kegiatan pertanian hingga berjalan dengan baik. Berbagai komoditas pertanian telah dibudidayakan dan menjadi andalan bagi beberapa daerah tertentu. Seiring dengan berkembangnya teknologi, pertanian di Indonesiapun mulai bergerak menuju tingkatan yang lebih baik. Pertanian di Jawa Barat misalnya, selama kurun waktu 2001 hingga 2012, sektor pertaniannya cenderung membaik, dimana kinerja output pertanian diperbaiki sebesar 8,75% dari kondisi existing (Heryawan dkk, 2014).

Mirisnya, kegiatan pertanian Indonesia ini belum diikuti dengan kesejahteraan para petani. Hingga kini masih banyak dari mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan.  Permasalahan yang banyak terjadi di lapangan salah satunya adalah masalah penyimpanan hasil pertanian. Penyimpanan hasil pertanian ini kebanyakan masih dilakukan secara tradisional yang terbilang jauh dari standar penyimpanan yang baik. Akibatnya, tidak sedikit dari produk-produk tersebut yang rusak dipenyimpanan.

Hasil pertanian terutama bahan pangan, kebanyakan berupa zat padat yang memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Bentuk bahan hasil pertanian yang tidak teratur membuat penyimpanannya banyak memakan tempat. Penyimpanan bahan pada jumlah besar akan memakan ruangan yang sangat besar dan meningkatkan resiko kerusakan sebab terbentuknya celah-celah antar bahan.



Read more :








Seiring berjalannya waktu, penelitian yang telah dilaksanakan menghasilkan beberapa solusi penyimpanan yang baik, salah satunya adalah dengan melakukan pengecilan ukuran. Bahan yang berbentuk tidak beraturan dan memiliki ukuran berbeda, dikecilkan menjadi berbentuk seragam dengan ukuran yang mendekati sama satu sama lain. Keseragaman dan perbedaan ukuran partikel bahan, akan memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai keteguhan tekan, kadar air dan nilai kalor bahan, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kerapatan bahan (Damayanti dkk, 2017).

Dalam kegiatan pengecilan ukuran, dikenal istilah fineness modulus dan uniformity indexFineness modulus adalah salah satu index yang digunakan untuk menyatakan tingkat kehalusan suatu bahan padatan curah (fluidized solid, padatan yang dapat bekerja seperti fluida) seperti tepung, pasir, semen, dan lain-lain. Tingkat kehalusan umumnya dibagi menjadi kasar, sedang dan halus, dengan semakin halus suatu bahan, nilai FM nya akan semakin kecil (Witdarko dkk, 2015). Pengukuran FM biasanya dilakukan dengan ayakan standar Tyler yang terdiri dari beberapa ayakan tersusun sedemikian rupa. Perbandingan ukuran butiran bahan yang lolos dari suatu ayakan tertantu disebut uniformity index atau indeks keseragaman. Indeks keseragaman dinyatakan dalam fraksi kasar, sedang dan halus dari bahan hasil proses pengecilan ukuran (Priastuti dkk, 2016).

Sebagai mahasiswa program studi Teknik Pertanian, penting untuk dapat memahami metode pengecilan ukuran bahan hasil pertanian ini. Mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan metode penyimpanan bahan hasil pertanian ke depannya menjadi suatu metode yang lebih efektif dan efisien dalam menangani permasalahan para petani. Untuk itu, melalui praktikum ini, mahasiswa dilatih untuk dapat menentukan fineness modulus dan uniformity index dari bahan hasil pengecilan ukuran dan mengenal berbagai cara penyajian data hasil pengecilan ukuran.

Posting Komentar

0 Komentar