Pengukuran Kapasitas dan Efisiensi Kerja Lapang

Contoh laporan praktikum mengenaiPengukuran Kapasitas dan Efisiensi Kerja Lapang
Contoh Latar Belakang Pengukuran Kapasitas dan Efisiensi Kerja Lapang

Pada awalnya alat dan mesin pertanian masih sederhana dan terbuat dari batu atau kayu kemudian berkembang menjadi bahan logam. Susunan alat ini semula sederhana, kemudian sampai ditemukannya alat mesin pertanian yang komplek. Dengan dikembangkannya pemanfaatan sumber daya alam dengan motor secara langsung mempengaruhi perkembangan dari alat mesin pertanian dan teknologi pertanian (Akhmad, 2012).

Kemajuan teknologi yang sangat pesat ini mengakibatkan perubahan pola pertanian di Indonesia. Banyak alat-alat yang muncul untuk mempermudah pengerjaan di bidang pertanian, mulai dari pengolahan lahan, proses panen, maupun pascapanen. Dengan adanya alat-alat dan teknologi yang berkembang tentunya sangat membantu petani, namun setiap alat dan mesin pertanian memiliki kapasitas kerja dan spesifikasi yang berbeda-beda. Untuk menyelidiki atau menentukan nilai dari suatu mesin harus dilakukan pengujian terhadap alat dan mesin tersebut.

Banyak factor yang mempengaruhi tata cara pengujian maupun hasil-hasil yang diperoleh dari pengujian mesin. Suatu tata cara pengujian untuk suatu jenis mesin akan berbeda dengan cara pengujian mesin yang lain, begitu pula dengan pengujian pada suatu daerah akan berbeda dengan pengujian di daerah yang lain. Sasaran utama dari uji kinerja alat dan mesin pertanian alaha memperhitugkan kapasitas kerja, kualitas, dan efisiensi kerja dari alat dan mesin pertanian tersebut yang dibandingkan dengan hasil kerja perlatan tradisional yang umum digunakan.

Sebagai mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem yang nantinya akan melakukan pengujian terhadap kinerja alat dan mesin pertanian sudah semestinya paham bagaimana cara melakukan pengujian tersebut. Oleh sebab itu praktikum acara 6 tentang pengukuran kapasitas dan efisiensi kerja lapang ini dilakukan.



Read more :








Contoh Dasar Teori Pengukuran Kapasitas dan Efisiensi Kerja Lapang

Traktor merupakan mesin traksi yang utamanya dirancang dan dinyatakan bagi peralatan dan perlengkapan usaha tani sebagai penyedia tenaga (Sembiring 1998). Traktor merupakan mesin berdaya gerak sendiri berupa motor diesel. Awal mulanya traktor digunakan untuk mengoperasikan peralatan lapangan, semua ditarik dibelakang traktor. Dengan dikembangkannya penyadap daya, traktor sekarang ada fungsi lain selain mengolah tanah seperti halnya perontok jagung, pemanen padi dengan bantuan alat & mesin yang dipasang dan dimuat di traktor. (Sutrisno. 1999).

Alat pengolahan tanah yang biasanya digandengkan di belakang mesin traktor ialah seperti bajak singkal, garu, dll (Satriyo,dkk., 2006). Ada banyak jenis bajak berdasarkan bentuk dan kegunaannya, yaitu : bajak singkal, bajak piringan, bajak putar, bajak pahat, dan bajak tanah bawah. Bajak singkal termasuk jenis bajak yang paling tua. Bajak singkal merupakan peralatan pertanian untuk pengolahan tanah yang digandengkan dengan sumber tenaga penggerak/penarik seperti tenaga penarik sapi, kerbau atau traktor pertanian.

Bajak singkal berfungsi untuk memotong, membalikkan, memecah tanah serta pembenaman sisa-sisa tanaman kedalam tanah, dan digunakan untuk tahapan kegiatan pengolahan tanah pertama. Bajak singkal dirancang dalam beberapa bentuk untuk tujuan agar diperoleh kesesuaian antara kondisi tanah dengan tujuan pembajakan. Di Indonesia jenis bajak singkal merupakan bajakyang paling umum digunakan oleh petani untuk melakukan pengolahan tanah mereka, dengan menggunakan tenaga ternak sapi atau kerbau, sebagai sumber daya penariknya (Munawar,2011).

Ada beberapa jenis pola pengolahan tanah yang disesuaikan dengan bentuk lahan dan jenis alat yang digunakan, yaitu pola tengah, pola tepi, pola keliling tengah, pola keliling tepi, dan pola bolak balik rapat. Suwastawa dkk (2000) mengatakan bahwa pola pengolahan tanah erat hubungannya dengan waktu yang hilang karena belokan selama pengolahan tanah.

Posting Komentar

0 Komentar

close