Rumus Empiris dalam Perkiraan Anasir Iklim – Agroklimatologi

Penjelasan mengenai Rumus Empiris dalam Perkiraan Anasir Iklim 

BAB I


PENDAHULUAN

I.1.  Latar Belakang

Iklim dan cuaca merupakan gejala alam yang  kedatangannya tidak dapat diketahui secara pasti. Namun dengan diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhinya,  kita dapat memperkirakan pola iklim dan cuaca yang terjadi. Untuk mengetahuinya kita dapat menggunakan rumus empiris, yaitu rumus yang digunakan dalam  memperkirakan suatu  hal berdasarkan data-data yang empiris atau pernah terjadi sebelumnya (Rokhma, 2004).

Rumus empiris dalam bidang meteorologi biasa digunakan dalam memperkirakan iklim dan cuaca. Dalam penentuan rumus empiris dapat dilakukan pada wilayah yang data meteorologinya kurang. Berdasarkan hal tersebut akan diadakan praktikum berkaitan dengan rumus empiris dengan menentukan evapotranspirasi pada tanaman menggunakan dua metode yaitu metode Blanney-Criddle dan metode Radiasi.
I.2.  Tujuan

Percobaan acara II ini mempunyai tujuan agar dapat diperkirakannya salah  satu data anasir iklim berdasarkan data meteorologi yang tersedia.



Read more :








I.3. Manfaat

Manfaat dari percobaan ini diantaranya adalah dapat diketahuinya fungsi, penggunaan, serta cara dalam memperkirakan anasir iklim menggunakan rumus empiris

BAB II


DASAR TEORI

Cuaca adalah kondisi udara yang terjadi di suatu daerah atau wilayah dalam periode waktu tertentu. Cuaca hanya terjadi dalam waktu singkat yaitu hanya beberapa jam yang disebabkan oleh adanya perbedaan suhu dan kelembapan. Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca pada suatu wilayah yang sangat luas dalam periode waktu yang sangat lama. Iklim ini bebeda-beda karena tiap wilayah mempunyai topografi yang berbeda-beda (Khomarudin, 2010)

Iklim dan cuaca dapat terjadi karena beberapa faktor yaitu sinar matahari, suhu, kelembapan udara, kecepatan angin, curah hujan, dan lainnya. Apabila didapatkan data-data terkait faktor-faktor yang mempengaruhi iklim dan cuaca kita dapat mengolah lebih lanjut untuk menentukan rumus empiris. Rumus ini berisi data-data yang pernah terjadi sebelumnya. Rumus ini juga berguna dalam memperkirakan anasir iklim. Dengan perkiraan tersebut kita dapat mengetahui serta merencanakan kemungkinan- kemungkinan yang akan terjadi untuk mengantisipasinya. Dalam hal ini dikenal dua metode rumus empiris yaitu metode Blanney-Criddle dan metode Radiasi (Sammis, 2010).

Iklim dan cuaca merupakan gejala alam yang berkaitan dengan air. Air akan melakukan aktifitas berupa evaporasi dan evapotranspirasi. Evaporasi merupakan penguapan air di atas permukaan tanah. Sedangkan evapotranspirasi merupakan permukaan air dari hasil penyerapan tanaman. Faktor yang mempengaruhi kecepatan penguapan air berupa perbedaan tekanan uap, suhu udara, angin, tekanan atmosfer, kualitas air, dan permukaan bidang. Adanya hal tersebut juga dapat menentukan rumus empiris melalui perhitungan lama penyinaran bulanan berdasarkan jumlah hari hujan bulanan dan  melalui perhitungan energi radiasi matahari serta penentuan tekanan uap air berdasarkan well bulb dan dry bulb (Herto, 2016).
DAFTAR PUSTAKA

Angga, p 2014. Evapotranspirasi (ET). Dalam  http://ilearn.unand.ac.id/pluginfile.php        /20822/mod_resource/content/1/EVAPOTRANSPIRASI.pdf. Diakses pada hari Selasa, 13 April 2015 pukul 3.00 WIB.

Khomarudin, M. Rokhis. 2010. Penentuan Evapotransprasi Regional dengan Data Landsat TM dan NOAA AVHRR. Dalam  http://kliping.lapan.go.id/index.php/majalah_lapan/article/view/1254/1127/. Diakses pada hari Selasa, 13 April 2015 pukul 3.10 WIB.

Rokhma, Novrida Mulya. 2004. Menyelamatkan Pangan dengan Irigasi Hemat Air.  IMPULSE: Bandung.

Sammis et al . 2011. The Transition of the Blanney-Criddle Formula to the Penman-Monteith Equation in the Western United States. Journal of Service Climatology ,Volume 5, Halaman 1-11. Dalam http://www.journalofserviceclimatology.org/articles/2011/Sammis.A.11-working2A.pdf. Diakses pada hari Selasa, 11 April 2015 pukul 3.20 WIB.

Sutanto, Rachman. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah: Konsep dan Kenyataan. Kanisius: Yogyakarta.

Triatmodjo, Bambang.  2013. Pengertian dan Faktor Evaporasi. Dalam http://www.galeripustaka.com/2013/03/pengertian-dan-faktor-evaporasi.html. Diakses pada hari Selasa, 11 April 2015  pukul 3.30 WIB.

Herto.2016.Evaporasi. Diakses darihttp://kuliah.ftsl.itb.ac.id/wp-content/uploads/2016/10/Evaporasirev1-herto-new.pdf Pada 3 April 2015 Pukul 15.30

Posting Komentar

0 Komentar